Minggu, 19 Januari 2014

 http://caramencegah.com/wp-content/uploads/2012/11/Penyakit-asma-pada-anak.jpg

Istilah "asma" berasal dari bahasa Yunani, yang memiliki arti "sukar bernapas". Istilah ini sebenarnya sudah dipergunakan sejak 2000 tahun yang lalu oleh Hipocrates. Asma dilukiskan sebagai kesukaran bernapas atau sesak yang disertai batuk dan mengi. Bentuk serangan bisa terjadi secara berbeda-beda dari waktu ke waktu. Penderita bisa mendapat serangan dari jam ke jam atau bahkan dari hari ke hari.

Penyebab
Sebab utama terletak pada kelainan saluran nafas yang meradang akibat reaksi yang disebabkan oleh paparan terhadap faktor pencetus. Faktor pencetus yang dimaksud misalnya faktor alergen, faktor polusi, lingkungan kerja, infeksi saluran napas, tekanan jiwa, olahraga, kegiatan jasmani dan obat-obatan.

Faktor Risiko
Riwayat keluarga menderita asma, dan paparan terhadap faktor pencetus.

Patofisiologi
Setelah pasien terpapar dengan alergen atau faktor yang bisa mencetuskan, maka segera akan timbul sesak napas. Pasien merasa seperti tercekik dan harus berdiri atau duduk serta berusaha penuh mengerahkan segala tenaga untuk bisa bernapas. Hal ini disebabkan oleh penyempitan saluran napas. Penyempitan ini tidak hanya dikarenakan salah berfungsinya otot di saluran napas, tetapi juga disebabkan oleh peradangan dari sel-sel pernapasan. Sel yang meradang umumnya membengkak dan mengeluarkan cairan.

Gejala dan Tanda
Bentuk serangan mulai dari batuk yang terus menerus, kesulitan menarik atau mengeluarkan napas, hingga perasaaan nyeri pada seluruh dada dan napas yang berbunyi. Umumnya serangan asma terjadi pada malam menjelang pagi hari.

Pencegahan
Penderita harus bisa menjauhi faktor pencetus serangan seperti alergen (bahan yang bisa menimbulkan alergi yang mencetus terjadinya serangan asma), olahraga, dan dan faktor-faktor lainnya.

Penatalaksanaan
Seorang dokter dalam rangka menetapkan diagnosa asma perlu melakukan wawancara (gejala, riwayat keluhan), pemeriksaan fisik serta pemeriksaan fungsi paru serta uji provokasi bronkus. Setelah diketahui dengan tepat diagnosa dan derajat asma, barulah dilakukan pengobatan. Pengobatan asma pada dasarnya terdiri atas (1) pemahaman tentang asma dan pengendaliannya, (2) obat-obatan asma dan (3) senam.

Kalbe.co.id

Posted by
Labels: asma Obat penyakit

10 komentar: